d5581e5e 4e6b 47ba bd14 b059fee2627c

Kunjungan BRIN, Apresiasi Produk Inovasi Nilam

Direktorat Bisnis dan Dana Lestari Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu, 4 Februari 2026, di Banda Aceh. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan ekosistem riset nasional, khususnya dalam pengembangan dan hilirisasi inovasi berbasis potensi lokal Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Tri Mumpuni Wiyatno selaku Dewan Pengarah BRIN, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng selaku Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Dra. Sulastri, M.Si sebagai Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, serta anggota dari Direktorat Bisnis dan Dana Lestari dan Atsiri Research Centre USK. Rangkaian kunjungan diawali dengan diskusi dan pemaparan terkait capaian pengelolaan bisnis inovasi di USK, dilanjutkan dengan arahan strategis serta sesi tanya jawab mengenai penguatan hilirisasi riset dan keberlanjutan inovasi.

Sebagai bagian dari agenda, rombongan juga melakukan kunjungan ke USK Store untuk melihat secara langsung produk inovasi nilam yang dikembangkan oleh Atsiri Research Centre USK dan telah berhasil dikomersialisasikan. Produk-produk tersebut menjadi bukti konkret bahwa hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Tri Mumpuni menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan USK. “Saya sangat surprise atas inovasi yang dilakukan. Ini menunjukkan bahwa riset yang dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi produk bernilai dan berdampak langsung,” ujarnya. Ia juga mendorong agar praktik baik ini terus diperkuat dan direplikasi sebagai model pengembangan inovasi nasional.

Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari USK menyampaikan bahwa kunjungan dan arahan dari Dewan Pengarah BRIN menjadi penguatan strategis bagi USK dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara peneliti, unit bisnis, dan pemangku kepentingan nasional menjadi kunci agar hasil riset dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pembangunan daerah maupun nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan lembaga pemerintah yang berperan dalam mengintegrasikan dan mengoordinasikan riset serta inovasi nasional guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing bangsa. Sementara itu, Atsiri Research Centre Universitas Syiah Kuala merupakan pusat riset unggulan yang berfokus pada pengembangan komoditas atsiri, khususnya nilam, mulai dari riset hulu hingga hilirisasi dan komersialisasi produk. Direktorat Bisnis dan Dana Lestari Universitas Syiah Kuala berperan sebagai pengelola dan pengembang bisnis inovasi universitas, dengan tujuan mendorong kemandirian institusi serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Sumber: Asakita.news – Artikel berjudul “Anggota Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni Kunjungi DBDL-USK, Apresiasi Inovasi Nilam”

https://asakita.news/anggota-dewan-pengarah-brin-tri-mumpuni-kunjungi-dbdl-usk-apresiasi-inovasi-nilam/

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *